Senin, Agustus 11, 2008

Domino Effect untuk analisa pasar

Pernah main domino? Ya permainan kartu yang lebih banyak dikenal dengan istilah “gaplek”. Saya rasa banyak juga yang pernah memainkannya. Tapi saya tidak akan membicarakan permainan kartunya. Dalam dunia ekonomi, keuangan, dan investasi, istilah ‘efek domino’ ini memiliki arti tersendiri. Yang sedikit banyak menggambarkan reaksi berantai antara satu faktor yang akan mempengaruhi faktor lain dan terus berputar mempengaruhi faktor-faktor yang ada.

Secara sederhana, efek domino adalah mata rantai reaksi yang terjadi ketika sebuah perubahan, baik kecil maupun besar, menyebabkan perubahan yang sama didekatnya, dimana nantinya akan menyebabkan perubahan lainnya yang sama pula. Efek domino juga biasa digunakan untuk menggambarkan mata rantai reaksi perubahan pada aktivitas tertentu.

Pemerintah Indonesia baru-baru ini menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), rakyat miskin mendapatkan bantuan tunai langsung (BLT). Apakah BLT cukup untuk mengimbangi imbas dari kenaikan BBM? Saya tidak akan mencoba memberikan jawaban cukup atau tidak, tetapi ingin memberikan gambaran efek domino yang terjadi dengan adanya kenaikan BBM. Ketika harga BBM naik, biasanya para ahli ekonomi akan langsung menyebutkan inflasi. Tetapi sebenarnya sebelum ke angka inflasi, ada beberapa faktor lain yang akan terpengaruh. Kenapa ketika BBM naik, bisa dipastikan inflasi juga naik? Jawabannya karena terjadi kenaikan harga-harga barang dan jasa. Kenaikan ongkos angkut dan biaya produksi menjadi penyebab utama kenaikan harga barang dan jasa. Ongkos angkut ini bukan cuma untuk sektor industri tetapi juga angkutan umum. Jadi bisa jadi secara riil, persentase beban kenaikan harga-harga yang terjadi di masyarakat melebihi persentase kenaikan BBM. Ketika harga konsumen bergerak naik, otomatis inflasi juga akan bergerak naik.

Nah, di pasar keuangan, termasuk komoditi juga ada efek domino ini, dan dapat digunakan sebagai sebuah metode analisa dasar dari pergerakan harga. Efek domino yang terjadi di dunia keuangan melibatkan faktor-faktor yang berasal dari pasar-pasar yang berbeda. Misal pasar komoditi mempengaruhi pasar modal atau pasar uang mempengaruhi pasar komoditi, dan lain sebagainya.

Misalnya di Amerika Serikat di umumkan data Consumer Price Index (CPI), yang merupakan patokan untuk mengukur inflasi. Data CPI menunjukkan ada kenaikan yang lebih besar dari perkiraan pasar, biasanya yang pertama kali terpengaruh adalah pasar valuta asing, atau yang biasa disebut forex, US Dollar akan menguat karena akan muncul ekspektasi bahwa Bank Sentral akan menaikkan suku bunga untuk mengatrol inflasi turun. Selanjutnya, dengan menguatnya US Dollar terhadap mata uang utama dunia lainnya, harga minyak dan komoditi lain, seperti emas, akan cenderung bergerak turun (Minyak biasa digunakan oleh pelaku pasar sebagai alat lindung nilai dari pergerakan US Dollar karena komoditi tersebut saat ini ditransaksikan di bursa hanya dengan US Dollar).

Kenaikan CPI juga akan mempengaruhi pasar modal dimana saham-saham ditransaksikan. Pelaku pasar akan melihat tingginya inflasi akan dapat mengurangi daya beli masyarakat pada umumnya. Daya beli masyarakat yang menurun dapat diartikan bahwa konsumsi akan berkurang dan tingkat penjualan perusahaan-perusahaan akan menurun. Dengan begitu, pasar modal akan mendapatkan sentimen negatif dari kenaikan CPI dan kemungkinan naiknya suku bunga, namun mungkin akan mendapatkan sedikit sentimen positif dari penurunan harga komoditas. Kenaikan atau penurunan pasar modal di Amerika nantinya juga akan mempengaruhi pergerakan-pergerakan pasar modal di Asia dan mungkin di Eropa.

Dari penjelasan diatas, terlihat panjang sekali sebuah efek domino yang dapat dihasilkan dari sebuah perubahan faktor dan indikator. Nah, jika kita dapat memahami proses efek domino ini, kita mungkin akan memiliki sebuah metode analisa pergerakan pasar, baik pasar uang, komoditi, dan pasar modal. Memang dibutuhkan sedikit pembelajaran mengenai analisa fundamental untuk dapat menelusuri kemana saja efek domino ini akan bergerak. Dan jika kita sudah memiliki kemampuan tersebut, arah pasar secara umum akan dapat kita lihat dengan mudah.

Jadi… perhatikan ‘domino effect’…

0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More