Rabu, 22 Juni 2016

Memahami Yield Dividen

(EfekDomino) Sebagian dari menjadi investor pasar saham yang sukses adalah mengetahui apa jenis analisa yang sesuai dengan kepribadian Anda. Jika Anda ingin melakukan perdagangan keluar masuk dari saham yang bergerak cepat, maka Anda kemungkinan harus menggunakan (hanya) analisa teknikal. Jika Anda seorang investor jangka panjang, maka analisia fundamental adalah kebutuhan Anda yang utama.

Tetapi bahkan dengan investor jangka panjang, ada subkategori didalamnya. Jika Anda mencari penghasilan dari dividen dengan saham maka Anda harus tahu bagaimana menghitung metrik / ukuran dividen tertentu dan memahami bagaimana mereka berpengaruh dalam analisa yang Anda buat.

Analisa Fundamental

Yield Dividen

Anda pasti kenal dengan Warren Buffett, investor saham terkaya di dunia ini sudah lama dikenal sebagai value investor dan di Berkshire Hathaway dan semua orang tahu jika ia suka berinvestasi di saham dengan dividen.

Yield dividen memberitahu Anda berapa tingkat persentase pengembalian pembayaran sebuah perusahaan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen dan dapat dihitung sebagai berikut;

Dividen per Saham / Harga per Share = Yield Dividen

Sebagai contoh, jika dividen perusahaan adalah Rp. 3.000 dan sahamnya diperdagangkan pada harga Rp. 50.000, maka Yield Dividennya adalah 6%, atau Rp. 3.000 / Rp. 50,000 = 0,06.



Penting untuk diingat ketika menggunakan metrik / ukuran ini, dimana perusahaan baru, terutama di sektor teknologi, jarang akan membayar dividen dibandingkan dengan yang lebih besar, perusahaan yang lebih matang di industri yang sudah dewasa.

Selain itu, dividen juga bisa dibagikan dalam beberapa periode waktu, dengan periode tahunan adalah yang paling banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan.

Yield dividen adalah cara untuk menunjukkan berapa banyak hasil pengembalian yang diterima investor dari setiap uang yang diinvestasikannya dalam saham. Investor yang mencari untuk mendapatkan jumlah pengembalian minimum dengan berinvestasi pada saham yang membayar dividen dapat menggunakan patokan ini dalam menyaring calon saham potensial.

Rasio Pembayaran Dividen 
Sebuah tolok ukur yang kurang dikenal bagi investor mungkin adalah Rasio Pembayaran Dividen. Rasio ini dapat dihitung dengan dua cara yang berbeda;

Dividen per Saham / Laba per Saham atau Total Dividen / Laba Bersih

Rasio pembayaran memberikan investor gambaran umum atas seberapa baik pembayaran dividen dapat didukung oleh pendapatan/laba perusahaan saat ini. Sebagai aturan umum, rasio pembayaran dividen yang stabil menunjukkan bahwa kebijakan dividen perusahaan konsisten dan dipikirkan secara mendalam oleh dewan direksi perusahaan.

Seperti biasa, dengan segala bentuk analisa fundamental, kesimpulan terbuka untuk berbagai macam interpretasi.

Jika Anda adalah seorang investor yang ingin membangun sebuah portofolio yang terdiri dari saham yang membayar dividen, bahkan analisa terbaik dapat dianggap tidak berharga oleh gerakan tak terduga dalam masalah mendasar.

Jika Anda berinvestasi Rp. 100 juta kedalam saham dengan harga Rp. 50.000 per saham, yang mana membayar dividen sebesar 5%, Anda kira-kira akan menerima pendapatan Rp. 5 juta per tahun. Tapi bagaimana jika harga saham yang Anda beli tersebut turun sebesar 10%? Anda secara efektif akan kehilangan dua kali pendapatan dividen utama tahunan Anda.

Inilah sebabnya mengapa penting untuk melakukan diversifikasi kepemilikan Anda di antara berbagai strategi yang berbeda dan jenis analisa yang digunakan sehingga Anda dapat menghindari menempatkan seluruh telur dalam satu keranjang jenis "yield".

Kamis, 10 Desember 2015

Ini Dia 10 Ekonomi Terbesar Dunia

(EfekDomino) Ketimpangan distribusi pendapatan dihadirkan pada tingkatan global dimana produk domestik bruto (PDB) nominal dari sepuluh ekonomi terbesar di dunia berpengaruh sebesar 65% dari total ekonomi dunia, dan jika kita melihat lima belas ekonomi terbesar di dunia maka angkanya membengkak ke 75%. Sisa lebih dari 170 negara lainnya hanya berpengaruh 25% terhadap ekonomi dunia.

Berikut ini adalah daftar dari 10 ekonomi terbesar di dunia dengan kriteria berdasarkan PDB yang dimilikinya, dalam dolar saat ini yang biasa dikenal sebagai PDB nominal. Peringkat akan berbeda jika diurutkan menggunakan PDB berbasis paritas daya beli.

Sebagai patokan umum, negara maju memiliki kesenjangan lebih rendah antara PDB nominal dan PDB berdasarkan paritas daya beli, sedangkan perbedaan ini akan lebih besar di negara berkembang, yang cenderung memiliki PDB lebih besar ketika dinilai berdasarkan paritas daya beli.


1. Amerika Serikat
Ekonomi AS adalah ekonomi terbesar di dunia berdasarkan PDB nominal (yang diukur berdasarkan nilai dolar saat ini). Dengan nilai USD 17.41 triliun, ekonomi AS berpengaruh sekitar 22% dari PDB ekonomi dunia. Amerika Serikat adalah kekuatan besar ekonomi dunia yang sangat canggih dalam teknologi dan infrastruktur serta memiliki sumber daya alam yang mencukupi. Namun, ekonomi AS kehilangan tempatnya sebagai ekonomi nomer satu kepada Cina ketika PDB diukur berdasarkan paritas daya beli. Dalam ukuran ini, PDB Cina sebesar USD 17.63 triliun dan PDB AS sebesar USD 17.43 triliun. Akan tetapi, AS unggul jauh dibanding Cina dalam kriteria PDB per kapita, dimana hampir USD 54ribu di AS dibandingkan USD 12ribu di Cina.

2. Cina
Negara ini telah merubah dirinya dari sebuah ekonomi tertutup di tahun 1970an menjadi pusat manufaktur dan ekspor setelahnya. Ekonomi Cina lepas landas dengan kontribusi seimbang dari sektor manufaktur dan jasa, masing-masing menyumbang 45%, dengan 10% sisanya berasal dari sektor pertanian. Ekonomi Cina mengambil alih posisi ekonomi AS dalam kriteria PDB berdasarkan paritas daya beli. Namun, perbedaan antara kedua ekonomi ini dalam ukuran nominal PDB masih besar. China saat ini memiliki nilai PDB nominal sebesar USD 10.35 triliun dan tumbuh sekitar 7% dalam beberapa tahun terakhir.

3. Jepang
Ekonomi Jepang berada di peringkat ketiga dalam ukuran PDB nominal sedangkan menurut PDB berdasarkan paritas daya beli turun peringkat ke nomor empat. Ekonomi negeri sakura telah menghadapi kondisi sulit sejak 2008, ketika pertama kali menunjukkan gejala resesi. Walaupun ada paket stimulus ekonomi dari pemerintah yang telah membantu ekonomi pulih sedikit, gempa besar pada 2011 memberikan pukulan telak lainnya bagi ekonominya yang sedang rentan. Pertumbuhan ekonomi berkisar 0.5 -2% dalam beberapa waktu terakhir. PDB nominal Jepang sebesar USD 4.77 triliun, PDB berdasarkan paritas daya beli sebesar USD 4.78 triliun, dan PDB per kapitanya berkisar USD 38ribu.

4. Jerman
Jerman adalah negara dengan ekonomi terbesar dan terkuat di Eropa. Pada skala global, negara ini menduduki peringkat keempat dunia berdasarkan PDB nominal. Ekonomi Jerman terkenal karena ekspor mesin, kendaraan, peralatan rumah tangga, dan bahan kimia. Nergeri Bavaria ini memiliki tenaga kerja terampil, tetapi ekonominya menghadapi tantangan demografis sama halnya dengan mayoritas negara-negara Eropa lainnya. Ukuran PDB nominalnya adalah USD 3.82 triliun, sedangkan GDP berdasarkan paritas daya beli adalah USD 3.62 triliun. PDP per kapita Jerman berada dikisaran USD 44ribu, dan memiliki tingkat pertumbuhan moderat akhir-akhir ini dikisaran 1-2%.

5. Perancis
Negara yang paling banyak dikunjungi oleh turis ini merupakan ekonomi terbesar kelima di dunia dengan PDB nominal sebesar USD 2.9 triliun. Berdasarkan paritas daya beli, PDB-nya sekitar USD 2.59 triliun. Negara yang terkenal dengan menara Eiffel-nya ini memiliki tingkat kemiskinan yang rendah dan standar hidup yang tinggi, yang tercermin dari PDB per kapitanya sebesar USD 40ribu. Perancis merupakan salah satu pengekspor dan pengimpir utama di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, Perancis mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi dan pemerintahnya menghadapi tekanan untuk membangkitkan kembali perekonomian, dan juga menghadang naiknya tingkat pengangguran.

6. Inggris
Negara yang masih memiliki hirarki kerajaan aktif ini memiliki PDB nominal sebesar USD 2.85 triliun, ekonominya berada di peringkat keenam dunia dan ketiga terbesar di Eropa. Ekonomi Inggris utamanya digerakkan oleh sektor jasa, seiring sektor ini berkontribusi sebesar 75% dari PDB. Dengan pertanian hanya berkontribusi sebesar 1%, manufaktur adalah kontributor kedua terpenting bagi PDB-nya. Walaupun sektor pertanian terlihat tidak penting dalam ekonominya, negara ini memproduksi 60% dari pangan yang dibutuhkan oleh domestic dengan memperkerjakan kurang dari 2% dari tenaga kerja yang ada. Ekonomi dalam PDB berdasar paritas daya beli berada di USD 2.43 triliun dan PDP per kapita dikisaran USD 37ribu.

7. Brasil
Tidak hanya sepakbolanya yang sudah diakui dunia, tetapi Brasil juga merupakan ekonomi terbesar ketujuh di dunia dengan PDB nominal sebesar USD 2.24 triliun. Ekonomi Brasil memiliki sektor jasa, manufaktur dan pertanian yang maju dengan masing-masing memiliki kontribusi sekirar 68%, 26% dan 6%. Brasil juga merupakan bagian dari BRIC dan paling unggul dibandingkan ekonomi di Amerika Selatan. Berdasarkan paritas daya beli, PDB Brasil berada di kisaran USD 3 triliun, sedangkan PDB per kapitanya berada di USD 15ribu. Namun, sekitar 21% masyarakat di negara ini hidup dibawah garis kemiskinan.

8. Italia
Italia dengan ukuran ekonomi USD 2.1 triliun merupakan yang terbesar kedelapan di dunia berdasarkan PDB nominal. Negara ini merupakan salah satu negara yang memiliki pengaruh besar di zona euro, tetapi telah terkena dampak dari krisis yang terjadi di zona euro. Ekonominya terpapar oleh tingkat hutang publik yang besar dimana diestimasi sebesar 133% dari PDB-nya. Ekonominya juga menghadapi tingkat pengangguran yang tinggi dan melemahnya pertumbuhan ekonomi. Pemerintahan berusaha menjalankan berbagai cara untuk mendongkrak ekonomi yang telah mundur akhir-akhir ini. PDB berdasarkan paritas daya beli berada dikisaran USD 2.06 triliun, sedangkan tingkat PDB per kapita di level USD 34ribu.

9. Rusia
Tingkat konsumsi dalam negeri Rusia telah menjadi penopang pertumbuhan ekonomi seiring dengan kondisi politik yang stabil. Negari ini telah berubah sejak kejatuhan Uni Soviet pada tahun 1991 dari ekonomi tersentral kearah ekonomi terbuka berbasis pasar. Rusia memiliki PDB nominal diangka USD 2.05 triliun dan saat ini menghadapi hadangan dari pemberlakuan sanksi dan kejatuhan harga minyak. Ekonomi Rusia berdasarkan paritas daya beli diperkirakan berada pada angka USD 3.5 triliun, sedangkan PDB per kapitanya berada dilevel USD 24ribu.

10. India
Negeri film Bollywood ini berada diperingkat ketiga ekonomi terbesar di dunia jika dilihat dari PDB berdasarkan paritas daya beli dengan nilai USD 7.2 triliun, sedangkan PDB nominalnya yang berada di USD 2.04 triliun merupakan peringkat kesepuluh. Tingkat populasi yang tinggi menyeret turun PDB per kapitanya menjadi hanya USD 5.7ribu. Ekonomi India masih cukup bergantung pada pertanian dengan kontribusi 17%, dibandingkan dengan negara-negara barat. Tetapi sektor jasanya telah mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir dan saat ini memiliki kontribusi 57% pada PDB. Sedangkan industri berkontribusi 26%. Kekuatan ekonominya berada pada rendahnya ketergantungan pada ekspor, tingkat tabungan yang tinggi, meningkatnya kelas menengah, dan demografis yang mendukung.

Negara Lainnya
Beberapa negara lain yang mungkin menyodok kedalam peringkat sepuluh besar adalah Kanada (USD 1.79 triliun), Australia (USD 1.48 triliun), Korea Selatan (USD 1.45 triliun), Spanyol (USD 1.4 triliun) dan Meksiko (USD 1.3 triliun).

Data-data yang ada di artikel ini beserta peringkatnya berasal dari data Dana Moneter Internasional dan beberapa dari Buku Fakta Dunia CIA.

Sabtu, 05 Desember 2015

Belajar Investasi Dengan 10 Langkah Ini


(EfekDomino) Ada yang berkata investasi itu sederhana, ada pula yang berucap bahwa berinvestasi itu sebenarnya rumit. Sama seperti mata pelajaran, ada yang menganggap mudah dan ada yang sulit. Apapun itu, dasarnya sama, yaitu menempatkan sejumlah uang agar uang itu bisa menghasilkan dan menambah pendapatan Anda. Terdapat banyak cara berbeda untuk melakukan investasi, seperti saham, obligasi, reksa dana ataupun properti, dan saat ini sudah tersedia jenis yang tidak membutuhkan jumlah dana besar untuk memulainya.

Langkah Pertama: Rapikan Keuangan Anda
Masuk ke dunia investasi tanpa menguji keuangan Anda sebagai permulaan seperti terjun ke kolam penuh air tanpa mengetahui bagaimana caranya berenang. Selain biaya hidup, pembayaran hutang atau cicilan kartu kredit dan pinjaman lain bisa memangkas jumlah uang yang tersisa untuk investasi. Untungnya, sudah banyak jenis investasi yang tidak membutuhkan dana dalan jumlah besar untuk memulainya.


Langkah Kedua: Pelajari Ilmunya
Anda tidak harus menjadi ahli keuangan untuk mulai berinvestasi, tetapi Anda memang butuh untuk mempelajari beberapa hal dasar sehingga memiliki bekal untuk membuat keputusan. Pelajari perbedaan antara saham, obligasi, reksa dana ataupun berbagai jenis deposito. Anda juga sebaiknya belajar teori keuangan seperti optimasi portfolio, diversifikasi dan efesiensi pasar. Ada baiknya juga Anda membeli dan membaca buku yang diterbitkan oleh seorang investor ternama atau mencari materi-materi investasi di internet sebagai titik awal.

Langkah Ketiga: Tetapkan Tujuan
Ketika Anda telang memiliki anggaran investasi dan mempelajari dasar-dasarnya, sudah saatnya menetapkan tujuan investasi Anda. Walaupun seluruh investor berusaha menghasilkan lebih banyak uang, masing-masing dari mereka berasal dari berbagai macam latar belakang dan memiliki kebutuhan yang berbeda. Keamanan modal, pendapatan dan apresiasi modal adalah beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Apa yang terbaik bagi Anda juga akan tergantung pada usia, kondisi pribadi dan posisi kesejahteraan. Seorang pebisnis berusia 35 tahun dan seorang janda berusia 55 tahun akan memiliki kebutuhan yang berbeda.

Langkah Keempat: Tentukan Toleransi Resiko
Apakah ketika terjadi penurunan tajam dalam nilai investasi akan membuat lutut Anda gemetar? Atau hanya pusing tujuh keliling saja? Sebelum menentukan jenis investasi mana yang akan dimasuki, Anda butuh mengetahui seberapa besar resiko yang bisa ditanggung. Apakah Anda menyukai adrenalin yang memuncak atau memilih situasi membaca buku dihalaman belakang? Toleransi resiko Anda akan bervariasi menurut usia, pendapatan dan tujuan keuangan.

Langkah Kelima: Temukan Gaya Investasi Anda
Setelah mengetahui toleransi yang siap ditanggung dan tujuan investasinya, sekarang tanyakan gaya investasi Anda. Banyak investor pemula akan menemukan bahwa tujuan dan toleransi resiko seringkali tidak sesuai. Sebagai contoh, jika Anda mengekspektasi pertumbuhan cepat tetapi juga berharap keamanan modal, Anda sebaiknya mengambil pendekatan konvensional pada investasi. Investor konservatif umumnya akan menginvestasikan 70-75% dari dananya pada surat berharga pendapatan tetap dan beresiko kecil seperti surat hutang pemerintah, dengan 15-20% ditempatkan pada ekuitas. Disisi lain, investor yang agresif umumnya akan menempatkan s/d 80% dananya di ekuitas atau saham.

Langkah Keenam: Ketahui Biaya Investasi
Sama pentingnya untuk mempelajari biaya yang timbul dari investasi, seiring beberapa jenis biaya akan memangkas imbal hasil investasi. Secara keseluruhan, strategi investasi pasif cenderung memiliki biaya lebih rendah dibandingkan dengan investasi aktif seperti bertransaksi saham. Pialang saham mengenakan biaya transaksi. Bagi investor pemula yang memiliki dana tidak besar, bisa mendapatkan diskon biaya transaksi mungkin menjadi pilihan lebih baik karena tentunya akan berpengaruh pada kemampuan transaksi. Di lain sisi, jika Anda membeli reksa dana, harus dipertimbangkan bahwa reksa dana tersebut mengenakan biaya manajemen yang bervariasi, yang mana menjadi sumber untuk operasionalnya, dan beberapa reksa dana mengenakan biaya penjualan.

Langkah Ketujuh: Cari Pialang Atau Penasehat Investasi
Jenis penasehat yang cocok untuk Anda dapat tergantung dari ketersediaan waktu yang bisa Anda berikan pada investasi dan toleransi resiko Anda. Memilih penasehat keuangan atau pialang adalah sebuah keputusan besar. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan termasuk reputasi dan kinerja, keterbukaan informasi, berapa banyak yang mereka sediakan untuk berkomunikasi dengan Anda dan layanan tambahan yang bisa mereka berikan.

Langkah Kedelapan: Pilih Jenis Investasi
Sekarang kita memasuki bagian terbaik, memilih jenis investasi yang akan menjadi bagian dari portfolio. Jika gaya investasi Anda adalah konservatif, portfolio investasi Anda sebagian besar harus berisi sekuritas rendah resiko dan menghasilkan pendapatan tetap seperti obligasi negara atau surat utang pasar uang. Konsep utamanya adalah alokasi dan diversifikasi aset. Dalam alokasi aset, Anda harus seimbangkan resiko dan imbal hasil dengan membagi dana investasi Anda menjadi tiga kelas aset (ekuitas, pendapatan tetap, dan uang tunai). Dengan diversifikasi diantara kelas aset berbeda, Anda akan terhindar dari pepatah investasi utama, jangan taruh seluruh telur Anda didalam satu keranjang.

Langkah Kesembilan: Jaga Emosi
Jangan biarkan rasa takut ataupun keserakahan mempengaruhi keuntungan atau tingkat kerugian Anda. Tetap harus melihat akan adanya fluktuasi jangka pendek pada nilai portfolio secara keseluruhan. Sebagai investor jangka panjang, pergerakan jangka pendek ini seharusnya tidak menimbulkan kepanikan. Keserakahan bisa membuat investor mempertahankan posisi pasar terlalu lama dalam harapan harga yang lebih baik lagi. Sedangkan rasa takut bisa membuat investor melepas posisi terlalu awal, atau mencegah investor melepas yang buruk. Jika portfolio yang dimiliki membuat mata Anda terjaga, ada baiknya untuk mempertimbangkan ulang toleransi resiko Anda dan mengimplementasikan pendekatan yang lebih konservatif.

Langkah Kesepuluh: Review dan Penyesuaian
Langkah akhir dalam perjalanan investasi Anda adalah melakukan review pada portfolio Anda. Ketika Anda sudah menjalankan strategi alokasi aset, mungkin Anda akan menemukan porsi aset telah berubah dalam perjalanan. Mengapa bisa terjadi? Nilai pasar dari berbagai sekuritas didalam portfolio Anda telah berubah. Hal ini bisa dengan mudah disesuaikan melalui penyeimbangan ulang.

Kamis, 03 Desember 2015

Cara Dasar Evaluasi Resiko Bisnis


(EfekDomino) Sangat wajar bagi perusahaan atau bisnis menghadapi pasang surut di beberapa kondisi dan waktu tertentu. Tapi terpenting adalah bagaimana seorang pengusaha atau entrepreneur mampu menangani situasi dan kondisi yang terjadi dan bagaimana ia dapat mengevaluasi risiko bisnis yang terjadi. Sebuah evaluasi dan tindakan yang tepat dapat membuatnya lebih mudah untuk mengatasi potensi risiko di waktu yang tepat. Berikut ini adalah tujuh cara dasar dalam mengevaluasi risiko bisnis.

Evaluasi Data
Untuk mengambil keputusan yang tepat bagi bisnis yang Anda geluti, menjadi sangat penting dalam membuat sebuah pusat data.

Dan pusat data harus dapat diakses oleh semua bagian berkepentingan didalam perusahaan. Sebuah sistem pelaporan internal yang mumpuni bisa menjadi keputusan yang baik. Jika Anda belum memulai atau memiliki sistem ini dalam menjalankan bisnis Anda, baik bagi Anda untuk mempertimbangkannya masuk dalam rencana bisnis sehingga karyawan atau manajemen akan dapat mengakses data yang dibutuhkan kapan pun mereka butuhkan. Dan yang paling penting sistem ini akan mempermudah jalannya operasional perusahaan.

Hal ini akan meningkatkan produktivitas dan semangat kerja dari seluruh bagian perusahaan. Selain itu, akan membantu Anda untuk menganalisis apa yang kurang dalam strategi bisnis Anda.


Berikan Fokus Pada Kelemahan dan Kekuatan
Prinsip awal dari tujuan membuat kemajuan dalam setiap bisnis adalah untuk fokus pada sisi positif dan negatif yang ada dalam setiap perusahaan. Setiap bisnis memiliki beberapa kemampuan unik dan faktor yang memberi tekanan. Anda harus fokus pada bagaimana kemampuan mengekstrak keunggulan maksimum dari sisi positif dan apa yang bisa dilakukan untuk membuatnya lebih kuat dan kokoh. Ketika masuk ke sisi negatif, fokus pada mengapa hal itu dianggap sebagai sesuatu yang negatif dan apa yang dapat dilakukan untuk mengubahnya menjadi sisi positif. Meskipun bukan sebuah proses yang bisa dikatakan mudah, tetapi jika Anda akan mengevaluasinya dengan benar, kemungkinan Anda akan dapat menemukan baik masalah maupun solusinya.

Pegawai dan Peranannya
Pegawai bisa jadi bagian penting bagi keberhasilan bisnis dan perusahaan. Jika pegawai yang dimiliki tidak efisien dalam pekerjaan mereka maka ada kemungkinan bahwa hal tersebut dapat menjadi risiko bagi bisnis Anda. Oleh karena itu, jika bisnis Anda tidak mendapatkan keberhasilan yang diharapkan, pertimbangkan untuk mempekerjakan pegawai yang kompeten dan bertanggung jawab dimana akan memahami tujuan dari perusahaan dan bisnis Anda.

Anda juga bisa menjalankan beberapa program pelatihan bagi pegawai sehingga kemampuan yang mereka miliki akan bertambah dan pengetahuan tentang bisnis semakin meningkat. Hal penting lainnya dari program pelatihan ini adalah penekanan pada prinsip-prinsip bisnis Anda. Perlu diingat bahwa semangat pegawai dan mekanisme kerjanya adalah salah satu kunci keberhasilan.

Libatkan Langsung Diri Anda Dengan Bisnis
Jika Anda ingin membuat lebih banyak uang dari bisnis Anda, Anda perlu menghabiskan cukup waktu dengan bisnis Anda. Kehadiran Anda bermakna banyak hal bagi keberhasilan bisnis tersebut. Pertama, kehadiran Anda akan memotivasi pegawai dan mereka akan terinspirasi untuk bekerja lebih baik dan efisien sehingga diharapkan bisa mendorong keberhasilan bisnis. Jika Anda mengabaikan bisnis Anda, karyawan Anda secara tidak langsung juga akan tidak serius dalam menjalankan bisnis dan pada akhirnya akan menciptakan pemeasalahan bagi Anda.

Perhatikan Saran Pelanggan
Jika bisnis Anda tidak memberikan tingkat keuntungan yang diharapkan, salah satu hal pertama yang harus Anda lakukan adalah melihat kritik dan saran dari pelanggan. Cobalah untuk memahami dari sudut pandang mereka dan mencoba untuk mengetahui apa yang mereka harapkan dari produk dan jasa yang Anda tawarkan serta apa yang harus dilakukan guna memenuhi harapan pelanggan. Jika hal itu mengenai kualitas produk atau kurangnya beberapa layanan dalam bisnis, Anda harus mencoba untuk melakukan perbaikan di bagian-bagian tertentu sehingga pelanggan akan merasa ramah dan mendukung.

Tinjau Ulang Strategi Bisnis
Untuk mengevaluasi risiko bisnis, Anda juga dapat meninjau ulang strategi perusahaan. Jika Anda memliki kemampuan dan pengetahuan, Anda bisa melakukan analisa sendiri dengan pengalaman dan pengetahuan di bidang bisnis terkait. Tetapi jika Anda termasuk kategori pemula dan Anda memiliki sedikit ide tentang prinsip-prinsip bisnis maka bisa jadi lebih baik meminta bantuan dari analis bisnis. Seorang analis bisnis dapat memberikan Anda seluruh rincian dari bisnis Anda seperti apa saja nilai positif dan negatif, dan apa yang dapat Anda lakukan dalam mengatasi masalah secara lebih efektif.

Jalankan Kembali Rencana Bisnis yang Telah Sukses
Bisa jadi pada suatu waktu Anda mengalami sebuah permasalahan bisnis dan solusi sederhananya ada pada strategi bisnis yang telah dijalankan sebelumnya dimana telah mendapatkan keberhasilan. Pahami apa yang merupakan faktor kunci keberhasilan dan apa yang kurang dalam rencana bisnis tersebut. Lakukan modifikasi yang disesuaikan dengan kondisi saat ini. Perlu diingat bahwa rencana yang baik dapat membantu Anda meningkatkan strategi bisnis Anda dan juga memungkinkan untuk membuat keputusan yang baik untuk bisnis Anda.

Rabu, 18 November 2015

Ini Pertimbangan Perusahaan Menerbitkan Obligasi

(EfekDomino) Ketika perusahaan membutuhkan sejumlah dana, menerbitkan obligasi merupakan salah satu cara dan pilihan untuk bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Fungsi obligasi seperti pinjaman antara investor dan perusahaan. Investor setuju untuk memberikan korporasi tersebut sejumlah uang tertentu untuk jangka waktu tertentu dengan imbalan pembayaran bunga secara periodik pada interval yang ditentukan. Ketika pinjaman mencapai tanggal jatuh tempo, pinjaman investor tersebut akan dilunasi.

Keputusan untuk menerbitkan obligasi dibandingkan memilih metode lain dalam mendapatkan uang dapat didorong oleh banyak faktor. Membandingkan fitur dan manfaat dari obligasi dibandingkan metode umum lainnya dalam mengumpulkan uang memberikan beberapa wawasan atas alasan perusahaan sering menggunakan penerbitan obligasi ketika mereka butuh untuk mendapatkan uang tunai guna membiayai kegiatan atau operasional perusahaan.

Obligasi Vs Bank

Meminjam uang dari bank mungkin merupakan salah satu cara yang paling mudah diingat bagi banyak orang yang membutuhkan dana. Dari sini bisa muncul pertanyaan, "kenapa harus obligasi dan bukan mengajukan pinjaman dari bank?" Seperti individu, perusahaan dapat meminjam dari bank, tetapi menerbitkan obligasi sering memiliki proposisi lebih menarik. Bunga yang dibayarkan perusahaan kepada investor obligasi seringkali lebih rendah dari tingkat suku bunga yang dibebankan oleh bank. Karena uang yang dibayarkan untuk bunga diambil dari keuntungan perusahaan, dan perusahaan menggerakan bisnis untuk menghasilkan keuntungan, meminimalkan jumlah bunga yang harus dibayar ketika meminjam uang merupakan sebuah pertimbangan penting. Ini adalah salah satu alasan bagi perusahaan yang sehat dimana kelihatannya tidak membutuhkan uang seringkali menerbitkan obligasi ketika suku bunga berada pada tingkat yang sangat rendah. Kemampuan untuk meminjam uang dalam jumlah besar pada tingkat bunga yang rendah memberikan perusahaan kemampuan dalam berinvestasi pada infrastruktur dan proyek-proyek lainnya.

Menerbitkan obligasi juga memberikan perusahaan kebebasan secara signifikan lebih besar dalam menjalankan operasional yang sesuai, lepas dari pembatasan yang sering disyaratkan pada pinjaman bank. Misalnya, bank sering memberikan syarat pada perusahaan agar menyetujui berbagai kondisi, seperti tidak mengeluarkan lebih banyak utang atau tidak membuat akuisisi perusahaan, sampai pinjaman mereka lunas. Pembatasan tersebut dapat menghambat kemampuan perusahaan untuk melakukan bisnis dan membatasi pilihan operasionalnya. Menerbitkan obligasi memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan uang tanpa syarat seperti itu.

Obligasi Vs Saham

Menerbitkan saham, yang berarti pemberian kepemilikan secara proporsional dalam perusahaan kepada investor dengan imbalan uang, adalah cara yang populer bagi perusahaan untuk mengumpulkan uang. Dari perspektif perusahaan, mungkin fitur yang paling menarik dari penerbitan saham adalah bahwa uang yang dihasilkan dari penjualan saham tidak perlu dibayar kembali. Namun demikian, kekurangan pada hal tersebut dapat membuat obligasi memiliki proposisi lebih menarik.

Dengan obligasi, perusahaan yang perlu untuk mengumpulkan dana segar dapat terus menerbitkan obligasi baru selama mereka dapat menemukan investor yang bersedia untuk bertindak sebagai pemberi pinjaman. Penerbitan obligasi baru tidak berpengaruh pada kepemilikan perusahaan atau bagaimana perusahaan tersebut beroperasi. Untuk saham, di sisi lain, menambah saham tambahan yang beredar, yang berarti bahwa pendapatan masa depan harus dibagi di antara jumlah yang lebih besar dari investor. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan laba per saham, menempatkan lebih sedikit uang bagi pemilik. Laba per saham juga merupakan salah satu ukuran yang dilihat investor ketika mengevaluasi sehat atau tidaknya perusahaan. Penurunan angka itu umumnya tidak dipandang sebagai sebuah perkembangan yang baik.

Menerbitkan saham lebih banyak juga berarti bahwa kepemilikan akan tersebar di banyak investor, yang sering membuat nilai saham masing-masing pemilik berkurang. Dimana investor membeli saham untuk menghasilkan uang, menipiskan nilai investasi mereka bukanlah sesuatu yang menguntungkan. Dengan menerbitkan obligasi, perusahaan dapat menghindari kondisi ini.

Sekilas Tentang Obligasi
Penerbitan obligasi memungkinkan perusahaan untuk menarik sejumlah besar pemberi pinjaman dengan cara yang efisien. Pencatatan sederhana, karena semua pemegang obligasi mendapatkan kesepakatan yang sama persis dengan tingkat bunga dan tanggal jatuh tempo yang sama. Perusahaan juga mendapat manfaat dari fleksibilitas dalam berbagai penawaran obligasi yang tersedia. Fleksibilitas ini merupakan salah satu fitur yang menarik dalam obligasi.

Fitur dasar obliasi adalah kualitas kredit dan durasi pinjaman, dimana penentu utama dari bunga obligasi. Di bagian durasi obligasi, perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka pendek dapat menerbitkan obligasi dimana akan jatuh tempo dalam jangka waktu singkat. Perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang dapat memperlebar pinjaman mereka menjadi 10, 30, atau bahkan 50 tahun lebih. Obligasi semacam ini, obligasi perpetual, tidak memiliki tanggal jatuh tempo, melainkan membayar bunga selamanya.

Kualitas kredit berasal dari kombinasi kesehatan fiskal perusahaan penerbit dan panjangnya pinjaman. Kesehatan yang lebih baik dan durasi pendek umumnya memungkinkan perusahaan untuk membayar bunga lebih sedikit. Sebaliknya juga, dengan fiskal yang kurang sehat dan perusahaan menerbitkan utang jangka panjang umumnya terpaksa membayar tingkat bunga lebih tinggi guna menarik investor.

Bagi perusahaan, pasar obligasi jelas menawarkan banyak cara untuk meminjam. Dari perspektif investor, pasar obligasi menawarkan banyak hal untuk dipertimbangkan. Berbagai pilihan, mulai dari jenis obligasi dengan tingkat durasi dan bunga, memungkinkan investor memilih investasi yang berkaitan erat dengan kebutuhan dana pribadi. Berbagai macam pilihan juga berarti bahwa investor harus melakukan pekerjaan rumah mereka untuk memastikan memahami di mana mereka menempatkan uang, berapa banyak akan didapatkan dan kapan pinjaman tersebut akan kembali.

 

© 2008 - 2015 Efek Domino. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top